Sabtu, 03 November 2012

Siapkah koperasi menghadapi era globalisasi?




Sebelum kita membahas itu apakah koperasi siap atau tidak dalam menghadapi globalisasi, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi dari globalisasi itu sendiri, globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan, dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat memberi konsekuensi  penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia lain. Yang artinya kejadian atau keputusan yang terjadi dibelahan dunia yang satu dapat sangat mempengaruhi negara dibelahan dunia yang lain.
globalisasi bergerak pada tiga pilar besar, ekonomi, politik dan kebudayaan. Sistem ekonomi global yang cenderung kapitalistis tentu sangat tidak cocok dengan sistem ekonomi bangsa ini. Era pasar bebas yang mendominasi atau menguasai kondisi perekonomian dunia. Berpengaruh juga terhadap indonesia, Menyikapi hal ini tentu tidaklah salah jika para ekonom dunia, termasuk indonesia banyak merekomendasikan sistem ekonomi berbasis kerakyatan yang lebih kokoh dan tidak mudah goyah oleh hantaman krisis yang melanda di berbagai belahan dunia saat ini.
Salah satu bentuk perekonomian berbasis kerakyatan itu adalah koperasi yang memiliki dasar dan nilai tersendiri, beserta visi dam misi yang mendampingi atau sebagai acuan untuk menjalankan koperasi ini, salah satunya tentu saja mempunyai tujuan terlebih untuk mensejahterakan para anggotanya. Dampak era globalisasi ini terutama dampak ekonomi bagi negara negara berkembang merupakan suatu tantangan yang sangat berat, tidak seperti negara maju, kekuatan ekonomi beserta penguasaan teknologi sangatlah berbeda jauh, masih bisa dikatakan sangat terbatas, kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, menejerial serta kejelian dalam memanfaatkan peluang pasar yang ada merupakan syarat yang mesti dimiliki negara berkembang jika tidak ingin tersingkirkan oleh negara negara besar atau maju yang lainnya.  Sedangkan negara maju yang sudah jelas memiliki semua itu sudah pasti dapat bersaing di era globalisasi bahkan menjadi penguasa dalam pasar bebas didunia.
Gejala globalisasi ekonomi ditandai dengan perdagangan pasar bebas sebagai bagian dari kecenderungan perekonomian dunia, globalisasi ekonomi juga berwujud dalam berbagai fenomena semisal pasar uang dan penanaman modal asing. mengenai pasar uang, betapa mudahnya zaman globalisasi menyediakan ruang bagi perpindahan uang dari satu tempat ke tempat lain hanya melalui alat komunikasi sederhana seperti telepon, yang pada zaman dulu merupakan hal sangat mustahil dilakukan dakan waktu yang sangat singkat karena teknologi pada saat itu belum memungkinkan, tapi kini perangkat komputer yang sudah didukung teknologi canggih seperti komunikasi satelit membuat transaksi uang berapapun besarnya sangat cepat dan mudah untuk dilakukan. Begitulah teknologi yang semakin tahun semakin maju dengan ide ide yang lebih inovasi dan kreatif untuk menfasilitasi manusia agar semua menjadi lebih fleksible dan mudah,  
Pada masa sekarang tidak hanya uang yang dijadikan sebagai alat tukar menukar sudah ada yang lebih kompleks lagi seperti bond, stock, dan lain sebagainya oleh karena itu tidak sedikit negara yang goncang akibat perdagangan uang salah satunya indonesia, negara berkembang yang harus slalu “update” akan kemajuan zaman yang terus bertambah dari masa kemasa yang tak akan pernah berakhir terus di inovasi dan dikembangkan lebih canggih lagi. Berbeda hal  ketika tahun 1998 menyebabkan timbulnya krisis ekonomi yang sangat parah, yang menyebabkan bangkrutnya ribuan perusahaan yang menyebabkan banyaknya pengangguran di indonesia, pada masa itu perekonomian indonesia berada pada titik yang sangat jatuh. Benar benar krisis ekonomi yang membuat negara hampir terpuruk. Harga tukar dengan dolar yang semakin melonjak tinggi.
  banyak sekali fenomena fenomena yang ditimbulkan globalisasi dunia baik positif mapun negatif. Jika dilihat dari sisi negatif bahaya globalisasi untuk negara negara miskin umumnya terletak pada kelemahan dan kemampuan pemerintahan dalam melindungi kepentingan negara dan rakyatnya, dan meningkatnya ketergantungan perekonomian negara negara miskin terhadap pemenuhan kepentingan para pemodal dari negara - negara kaya. Dengan meningkatnya ketergantungan perekonomian terhadap pemodal kaya yang mengakibatkan berubahnya fungsi pemerintahan lebih untuk melayani dan melindungi kepentingan para pemodal dari negara kaya. Itu sangatlah salah, yang seharusnya pemerintah melihat kepada sisi rakyat yang harus lebih diperhatikan lagi. Tetap tujuan utama dari suatu keperintaha yaitu untuk mensejahterakan rakyatnya, bukankah begitu ?
Sekilas pembahasan tentang globalisasi, lalu apa dampaknya tehadap koperasi? Apa pengaruhnya?. Nilai nilai dasar dari suatu Koperasi bersifat sukarela, terbuka bagi siapa saja, menghadapi masalah bersama sama. Koperasi juga bisa memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk mempelajari bagaimana bekerjasama dengan cara cara koperasi guna memperoleh manfaat, baik bagi diri sendiri secara pribadi maupun bagi kelompok secara keseluruhan. Penguasaan pengetahuan dan teknologi merupakan bekal utama dalam proses pembangunan koperasi terutama guna mengantisipasi berbagai peluang dan tantangan era globalisasi, serta menejemen pengolahan baik semberdaya manusia maupun produk produk yang dibuat koperasi.
Koperasi  tumbuh dari kalangan rakyat, Menyadari pentingnya posisi koperasi dalam perekonomian indonesia, segala upaya telah dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan koperasi agar masyarakat lebih mengenal dan mampu menjadi wadah kegiatan perekonomian rakyat Indonesia, Seperti yang dikatakan pak presiden kita “Membangun ekonomi Indonesia dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak bisa hanya mengikuti ekonomi negara lain. Yang akhirnya bisa mengangkat taraf hidup 240 juta di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote adalah ekonomi rakyat.” (Susilo Bambang Yudhoyono).
Globalisasi benar-benar merubah dunia dengan arus barang, jasa, uang dan tenaga kerja yang hampir tidak ada batas antar negara. Sehingga koperasipun menghadapi pesaing yang lebih banyak bukan saja perusahaan lokal dan nasional, tetapi perusahaan dari segala penjuru dunia. Dengan begitu, mau tidak mau koperasi harus mencari stategi baru, manajemen baru yang sesuai dengan situasi globalisasi saat ini. Sebab jika tidak bisa mengikuti standar baru, koperasi akan menemui kesulitan dalam perkembangannya. Karena itu koperasi perlu menganalisis pasar, mengenali peluang, membenahi strategi pemasaran, dan mengembangkan taktik untuk bersaing. Namun yang patut menjadi perhatian adalah koperasi mutlak memberi pelayanan yang konsisten dengan visi, misi dan tujuan yangsudah dibentuk serta tidk merubah jadi diri dari koperasi itu snediri.
Dengan stategi baru yang dinamis, koperasi menjadi tidak terasing dari kancah internasional, atau bahkan tidak tersingkir atau dipandang sebelah mata oleh dunia. globalisasi tidak harus disambut negatif. Karena pada suatu kondisi tertentu globalisasi justru memberikan peluang besar bagi kemajuan koperasi. Misalnya persaingan global dihadapi secara kreatif menjalankan usaha dengan optimalisasi sumber daya. Salah satunya dengan internet, koperasi bisa promosi dan memperluas pemasaran lintas negara secara murah. Berbagai fasilitas yang sudah ada, yang semakin berkembang bisa di manfaatkan oleh koperasi itu sendiri.
Begitu banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah dalam menaikan derajat koperasi baik didalam negeri maupun didalam negeri, hanya perlu kerja keras yang lebih extra jika ingin melihat koperasi maju, seperti yang sudah saya jabarkan di atas banyak sekali ide ide yang mungkin bisa di terima atau diambil untuk kepentingan koperasi sendiri, jika koperasi terus berada pada jalannya melalui visi dan misi serta tak lupa akan dasar dan nilai koperasi itu sendiri saya yakin koperasi dapat bersaing di era globalisasi saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar